 |
Ponsel & Operator : Ponsel : Ericsson
Ericsson : Overview
Sejarah Ericsson dimulai dengan didirikannya bengkel untuk peralatan telegraf pada tahun 1876 oleh Lars Magnus Ericsson di Swedia. Pada tahun 1892, melihat banyaknya kemungkinan perbaikan yang bisa dilakukan, Ericsson akhirnya memutuskan untuk memproduksi sendiri perangkatnya.
Saat ini, perusahaan yang bermarkas di Stockholm, Swedia, ini memfokuskan dirinya pada pengadaan perangkat telekomunikasi melalui 5 divisinya, yaitu Mobile System, Multi Service Network, Consumer Products, Data Backbone and Optical Networks, serta Global Services.
Pernah sekitar tahun 1995-1997, hampir semua orang di Indonesia menggunakan Ericsson tipe GF, GH, ataupun GA, menyodok posisi Motorola yang sebelumnya lebih populer. Hadirnya Nokia dengan ponsel-ponsel mungil dan funky nya sekitar tahun 1998 menggeser Ericsson ke posisi kedua. Tahun 2001 ini, posisi kedua Ericsson pun jadi terancam oleh Siemens.
Ponsel-ponsel Ericsson yang sekarang beredar di Indonesia adalah seri A, seri T, seri R, dan beberapa seri lama seperti GA628 dan SH888. Tahun 1999 dikeluarkan ponsel A1018s, T10s, T18s, T28s, i888, R250s, R320s, dan R380s.
Selanjutnya A2618, T20s dan R310s menyusul diluncurkan pada tahun 2000.
Ponsel terakhir keluaran Ericsson adalah R190s (Satelit) dan T29s. Sekitar April-Mei 2001, Ericsson meluncurkan versi update dari A2618, yaitu A2628s dengan fasilitas WAP. T20e sebagai pengembangan dari T20s direncanakan untuk dilemparkan ke pasaran sekitar Juli 2001.
|
 |
| Related Links |
 |
|
|
|
| Koleksi Handset |
 |
|
|
|
|