x-phones.comx-phones.com
tentang kami kontak info iklan f a q peta situs
 homepage ponsel & operator seputar selular direktori xphonesxtra!! interaktif
 x-phones.com : Your gate to the wireless world
Members : 23287 Online : 0 user(s) 11 September 2010
>   
>   
>   
Net Dsign : We make the web work

Ponsel & OperatorPonselSagem

Ringkasan
 Feature
 Review(0)
 Harga(0)

Sagem My C-2

Rating : Belum ada rating
Estimasi harga : Belum tersedia


Sederhana Sedikit Tidak Lazim

Setelah sukses menggebrak pasar dengan ponsel berkamera yang lumayan komplet, Sagem justru melempar produk barunya My C-2 yang memiliki keterbatasan dalam hal teknologi. Harga yang ditawarkan memang cukup murah yakni sekitar satu juta rupiah.

Seri My C-2 ini sepertinya disasatr untuk pasar low end sebagaimana pada seri Nokia 3530 atau Samsung SGH C-100. Pasar ini memang masih menawarkan peluang besar bag pabrikan untuk mengisinya. Hampir sebagai besar pemain tak melewatkan segmen bawah ini untuk terus menggerojokinya, karena pasarnya memang belum jenuh.

Layanan purna jual ponsel yang dulu datang sendirian ke tanah air ini sudah bisa diandalkan. Pusat penjualan Sagem yang ada di ITC Roxy Mas dapat diandalkan baik untuk memperoleh pilihan produk-produk anyar ataupun memperbaiki ponsel Sagem milik Anda yang mengalami kendala.

Kehadirannya di pasar ponsel tanah air pun kini tidak sembunyi-sembunyi lagi. Jaminan garansi bagi konsumennya sebagaimana ponsel-ponsel lain bisa diperoleh.

Tampilan
Hadir dengan model lipat, seri My C-2 ini benar-benar tampil berbeda an tidak membawa ciri khas ponsel-ponsel Sagem pada umumnya. Tengok saja seri My X-5 , My X-3 dan My X-6 tampil elegan tanpa antena eksternal. Sedangkan Sagem yang satu ini malah tampil dengan model lipat berantena eksternal yang cenderung mengganggu dari sisi desain.

Berbobot 90 gram dengan dimensi 82 x 42 x 23 mm. Cukup lumayan saat digenggam. Tidak seperti ponsel-ponsel lainnya, jajaran keypadnya memiliki letak dan fungsi yang tak lazim. Hampir seluruh ponsel yang sudah beredar di pasar memiliki tombol calling dengan lambang gagang telepon berwarna hijau berada di sebelah kiri dan yang berwarna merah berada di sebelah kanan. Namun untuk Sagem ini kedua posisi justru terbalik, tombol calling berada di sebelah kanan yang berwarna merah berada di sebelah kiri.

Harga yang ditawarkan pun tergolong murah. Untuk mendapatkan ponsel ini cukup merogoh kocek kurang lebih 1 juta rupiah.

Fitur
Barangkali kali Sagem My C-2 terlalu percaya diri untuk bersaing di kelasnya. Maklum seri ini hanya mengandalkan teknologi layar warna dengan kedalaman hanya mencapai 256 warna, masih sangat tertinggal bila dibandingkan dengan seri Nokia 3530 yang dibekali hingga 4096 warna. Apalagi jika disejajarkan dengan Samsung SGH C-100 yang notabene sudah memiliki kedalaman warna layarnya mencapai 65 ribu warna, sangat masih jauh tertinggal.

Beberapa teknologi yang dimiliki ponsel dual band ini antara lain nada dering polifonik, EMS, kapasitas phonebook mencapai 250 nomor, kemampuan menyimpan pesan SMS hingga 100 pesan, WAP versi 1.2.1. Sedangkan fitur-fitur canggih yang kini sudah menjadi standar platform ponsel-ponsel anyar seperti GPRS dan MMS tidak dijumpai pada ponsel yang memiliki warna dominan silver ini.
Namun untuk urusan komunikasi baik komunikasi voice atau SMS, Sagem My C-2 ini bisa diandalkan. Saat Selular melakukan test voice baik melakukan panggilan ataupun menerima panggilan dengan 4 operator GSM sama sekali tidak mengalami kendala berarti. Paling banter turun naiknya signal operator yang kadang membuat komunikasi terganggu.

Bagi yang ingin menggunakan ponsel ini, jangan kaget bila tombol untuk melakukan pilihan menu tidak tersedia pada jajaran keypadnya yang berjumlah 18 tombol. Meskipun tersedia sebuah tombol menu yang terletak di antara dua tombol bagian atas, keberadaan tombol ini tidak bisa digunakan untuk melihat sajian-sajian menu lainnya secara efektif.

Nah, untuk menengok pilihan-pilihan menu yang dibenamkan pada ponsel ini, produsennya sudah menyediakan dua buah tobol yang berfungsi untuk memilih atas dan bawah terletak di sebelah kanan badan ponsel. Kedua tombol ini pun berfungsi untuk membesarkan volume suara saat menerima dan melakukan panggilan.

Ada dua buah tombol otomatis yang dapat membawa anda langsung masuk menu pesan dan penyimpanan nomor telepon. Kedua tombol teresbut mengampit tombol menu yang terletak di bagian paling atas pada jajaran keypadnya. Untuk masuk pada menu membaca pesan, anda hanya cukup menekan tombol yang ada di sebelah kanan dengan lambang dua buah titik. Sedangkan tombol dengan lambang sebuah titik terletak di sebelah kiri dapat membawa anda langsung pada menu phone book.

Beberapa suguhan menu yang dapat dijumpai pada ponsel berlayar 101 x 80 pixels ini antara lain phonebook, messages, wAP, picture puzzle, sounds, background, settings, calls, security, accessories. Guna memaksimalkan menu-menu yang ada, anda akan dibantu dua tombol berlambang sebuah titik dan dua buah titik. Keduanya merupakan tombol enter dan tombol cancel.

Nada dering yang digunakan pada Sagem My C-2 ini sudah mengadopsi teknologi polifonik. Karenanya untuk hal yang satu ini anda tidak usah khawatir karena nada dering ponsel yang anda miliki sudah bukan monophonik lagi.

Performa
Sebagai ponsel anyar yang hadir pada era teknologi GPRS, MMS, dan kamera, Sagem My C-2 memang ketinggalan jaman. Tapi secara umum Sagem My C-2 ini tampil cukup baik. Dalam artian penggunaan fitur-fitur yang ada hampir tidak mengalami kendala yang berarti. Saat berkirim SMS dan melakukan panggilan suara yang terdengar jernih dan tidak ada kendala.

Meskipun kejernihan suara yang masuk atau diterima masih tergantung kesempurnaan signal yang didapat dari operator yang anda gunakan.

Beberapa hal memang dapat mengurangi tampilan Sagem My C-2 ini. Seperti penempatan keypad calling dan end callingnya yang terbalik dan tidak lazim untuk sebuah ponsel yang beredar di Indonesia.

Daya tahan yang digunakannya pun dapat diandalkan. Mampu digunakan tanpa henti hingga 3 jam dan waktu siaganya hingga 190 jam lumayan lama untuk sekelas ponsel low end seperti ini.

Keberadaan antena eksternal yang menonjol keluar mengundang resiko antena patah lebih besar. Padahal vendor produsen ponsel sudah sejak lama meninggalkan teknologi antena menonjol alias eksternal ini.


Sumber: No. 47, Februari 2004
My C-2

Rating Handset
Kirim: Rating | Review
Tell-A-Friend!

Net-Dsign


  x-phones.com
 © x-phones.com 2000-2010. Developed by Konsep.net & NetDesain   penggunaan | privasi