Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Android Anda Telah Di-Root

Avatar Fr3d_tan

Pada dunia Android, rooting adalah cara untuk membuka akses ke dalam directory root. Secara default, produsen ponsel tidak membuka akses ke root system dengan tujuan untuk menghindari kesalahan dari user seperti penghapusan sebuah directory penting secara tidak sengaja, dan lain-lain. Namun, banyak aplikasi bagus yang tidak dapat berjalan apabila ponsel belum di-root, karena aplikasi-aplikasi tersebut memerlukan akses ke beberapa direktori penting.

Dengan melakukan rooting, berarti kita membuka akses untuk aplikasi2 tersebut supaya dapat mengakses keseluruhan direktori sistem. Aplikasi-aplikasi yang memerlukan akses ke dalam folder sistem bisa berjalan dan beberapa konfigurasi khusus pun dapat dilakukan dengan akses root ekstra setelah proses rooting. Namun bagi para pengguna ponsel Android yang telah di-root ada baiknya harus ekstra hati-hati. Membuka akses ke root berpotensi memberikan jalan untuk virus dan malware untuk menyerang, karena akses izin (permission) nya terbuka. Malware dapat melakukan modifikasi file, menghapus data, bahkan mengirimkan data-data tertentu kepada si pembuat malware.

Bagaimana cara meminimalisir dampak buruk karena rooting? Beberapa yang harus diperhatikan antara lain:

  1. Cek aplikasi apa saja yang mendapatkan full akses ke direktori root
  2. Jangan memberikan akses ke root ketika muncul jendela pop-up dari suatu aplikasi, apabila Anda tidak mengenali aplikasi tersebut.
  3. Bila Anda melakukan editing dalam hal setting dan utility, pastikan file yang dirubah adalah file yang tepat, dan jangan lupa selalu sediakan back-up nya.
  4. Berhati-hatilah dalam menjelajahi root ponsel. Hindari kesalahan sepele namun fatal seperti penghapusan secara tidak sengaja.
  5. Lindungi data-data penting dengan optimalisasi fitur enkripsi.
  6. Terakhir, jangan lupa back up data-data penting Anda.

 

Sumber: benidiktus.web.id

Share this
Tags:

Blog terkait

Komentar